Perlu diketahui, lagu kebangsaan Indonesia Raya kali pertama tidak dimainkan di sebuah tempat mewah, melainkan hanya di sebuah indekos milik orang Tionghoa.
Di malam itu juga, WR Soepratman juga sebenarnya menyiapkan lirik untuk Indonesia Raya. Tetapi, karena satu dan lain hal, dirinya hanya bisa melantunkan lagu kebangsaan ini menggunakan biola buatan Nicolaus Amateus Fecit.
Rupanya, yang tidak diketahui oleh masyarakat umum adalah kongres tersebut ternyata dipantau langsung oleh PID (Politike Inlichtingen Dienst) atau Dinas Politik dan Intelijen Hindia Belanda.
“Ya, gelaran Kongres Pemuda II itu memang dipantau langsung intel Belanda. Tidak hanya dari luar, mereka bahkan masuk dan hadir dalam kongres. Makanya saat itu, lagu ‘Indonesia Raya’ tidak disertai liriknya,” papar Ari.