Sumpah Pemuda, Dubes RI untuk Australia Minta PPI Dunia Perkuat Misi People to People Diplomacy

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 28 Oktober 2021 21:53 WIB
Dubes RI untuk Australia dan Vanuatu, Kristiarto. (Foto: Istimewa)
Share :

“Kita ingat pada awal tahun 1900-an, para pemuda dan pelajar berjuang agar suku-suku yang ada di Nusantara, dari Sabang sampai Merauke, mau bersatu, mau mengikatkan diri pada tumpah darah yang satu, mau mengikrarkan diri sebagai bangsa yang satu, dan mau menjunjung tinggi bahasa yang satu yaitu Indonesia. Dengan kebulatan tekad untuk bersatu itu, dengan semangat persatuan yang kuat, maka perjuangan membebaskan Indonesia dari cengkraman penjajah saat itu menjadi semakin hebat, sehingga hari ini kita bisa bersyukur karena kita sama-sama dapat menikmati buah perjuangan mereka yaitu kita hidup di alam kemerdekaan yang penuh kedamaian,” jelas Kristiarto.

Sementara itu, pada saat yang sama KBRI Canberra bersama PPI-Canberra dan Darma Wanita Persatuan (DWP) menyelenggarakan Upacara Sumpah Pemuda. Para mahasiswa dengan pakaian adat daerah masing-masing, para staf KBRI dengan berpakaian batik serta ibu-ibu pengurus DWP bersemangat mengikuti upacara sampai selesai. Dalam kesempatan itu pula para mahasiswa bersama-sama membacakan ikrar sumpah pemuda. Dengan segenap kesadaran, mereka berikrar untuk bertumpah darah yang satu, berbangsa yang satu dan menjunjung tinggi bahasa yang satu, yaitu Indonesia.

Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan (ATDIKBUD) KBRI Canberra, Mukhamad Najib, mahasiswa yang terlibat dalam ikrar sumpah pemuda ini adalah mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Australia National University (ANU) dan University of Canberra (UC).

“Sebenarnya banyak diantara mahasiswa Indonesia yang ingin bersama-sama mengikuti upacara, namun karena masih diterapkannya protokol kesehatan yang membatasi jumlah orang yang boleh hadir, maka hanya pengurus PPI Canberra saja yang bisa hadir secara luring,” ucap Najib.

Namun begitu, meski tidak seluruh mahasiswa bisa hadir langsung, hal itu sama sekali tidak mengurangi makna dan kehidmatan dari acara peringatan hari sumpah pemuda yang sudah berusia 93 tahun ini. Najib menyampaikan harapannya agar mahasiswa Indonesia di Australia kelak bisa menjadi agent of change yang bisa membawa kemajuan bagi Indonesia.

Saat ini, tambah Najib, negara sedang melakukan investasi besar-besaran dalam bidang sumber daya manusia dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa untuk bisa belajar di manca Negara.

“Tentu saya berharap mereka bisa bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, dan yang tidak kalah penting lagi mereka harus menyadari bahwa ilmu yang mereka peroleh nanti bukan hanya untuk mereka sendiri. Mereka harus ingat akan jasa-jasa para pahlawan, mereka harus ingat bahwa mereka sangat diharapkan untuk bisa kembali dan berkontribusi bagi tanah air yang telah dibebaskan dari penjajahan oleh para pahlawan dahulu,” tutup Najib.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya