JAKARTA – Sedikitnya 82 orang tewas setelah tambang emas runtuh di negara bagian Kordofan Barat, Sudan. Puluhan penambang tradisional lainnya dilaporkan terluka dan sejumlah orang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Insiden terjadi di tambang al-Zaraa, dekat kota al-Nuhud, pada Selasa 15 September 2026. Menurut kelompok pemantau Observatorium Kordofan, sejumlah lubang tambang yang berada berdekatan runtuh secara beruntun.
Upaya penyelamatan masih berlangsung. Namun, proses evakuasi terkendala karena tidak ada tim penyelamat khusus yang dikerahkan ke lokasi. Warga setempat hanya mengandalkan peralatan sederhana untuk menarik para korban dari tanah yang gembur dan berpasir.
Seorang sumber dari Pasukan Pendukung Cepat (RSF) paramiliter yang menguasai wilayah tersebut mengatakan kepada AFP bahwa sedikitnya 82 orang meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka-luka.
"Ada sejumlah orang yang tidak diketahui jumlahnya masih terjebak di bawah reruntuhan dan upaya penyelamatan sedang dilakukan dengan metode yang masih sangat sederhana," kata sumber tersebut, dilansir dari Aljazeera, Rabu (16/9/2026).
Ia meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak memiliki kewenangan berbicara kepada media.