INDONESIA merupakan negara tropis yang memiliki dua musim yaitu musim hujan dan kemarau. Pada saat peralihan musim panas ke musim penghujan, terjadi peningkatan intensitas pada peristiwa hidrometerologis.
Peningkatan ini seringkali menyebabkan angin kencang seperti angin putting beliung, angin rebut, dan lain sebagainya. Akibatnya, terjadi kerusakan baik itu rumah, pohon, gedung, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah daftar bencana angin kencang yang paling merusak.
1. Angin Kencang di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung
Pada 25 Oktober 2021 lalu, hujan disertai angin kencang terjadi di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Blora dan Kota Semarang (Jawa Tengah), dan Kabupaten Pesawaran (Lampung). Kejadian ini menyebabkan bangunan Candi Penataran rusak, baliho roboh, portal jalan pesol rusak, banyak rumah warga rusak di Malang, Jawa Timur.
Selain itu, angin ini juga menyebabkan pohon tumbang dan aliran listrik terputus. Sementara, di Kabupaten Blora dan Kota Semarang, satu warga mengalami luka ringan akibat bencana ini. Tidak hanya itu, beberapa rumah juga mengalami rusak berat, sedang, dan ringan.
2. Angin Puting Beliung di Bogor, Jawa Barat
Bencana angin puting beliung di Bogor, Jawa Barat menyebabkan beberapa rumah warga, posyandu, dan mushola mengalami kerusakan. Akses jalan juga terganggu akibat pohon tumbang. BPBD mencatat bahwa sebanyak 4KK dengan 15 orang mengungsi ke rumah saudara terdekat.
Sebanyak 15KK dengan 50 orang jiwa terdampak secara langsung bencana ini. Dampak angin ini sangat terasa di Desa Pamegarsari, Kecamatan Parung. Setelah angin putting beliung mereda, BPBD dengan dinas terkait melakukan pembersihan pohon yang tumbang dan juga lingkungan sekitar.
3. Angin Kencang di Talaud, Sulawesi Utara
Sebanyak 20 unit rumah di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara mengalami rusak ringan hingga sedang akibat angin kencang yang terjadi pada 17 September 2021 lalu. Rumah ini mengalami rusak di bagian atap dan juga tertimpa pohon tumbang.
Angin ini datang bersama dengan hujan lebat. Wilayah yang paling terdampak angin kencang ini adalah Kecamatan Melonguane, Lirung, dan Beo Selatan. Selama kurun waktu lima tahun, kejadian angin kencang ini merupakan salah satu bencana angin yang terparah di wilayah ini.
4. Angin Kencang di Tanah Datar, Sumatera Barat
Bencana angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kejadian ini menyebabkan sejumlah rumah warga rusak dan pohon tumbang. Jalan Nagari Sumpur dan Guguak Malalo juga tidak bisa dilewati kendaraan roda empat karena material pohon tumbang menghalangi jalan.