PBB: Perang Ethiopia Ditandai Kebrutalan Ekstrem

Agregasi VOA, Jurnalis
Kamis 04 November 2021 05:21 WIB
Perang Ethiopia (Foto: AP via VOA)
Share :

“Di Tigray Barat, tampak jelas bahwa orang-orang Tigray telah meninggalkan sebagian besar daerah, sulit mencari orang Tigray untuk diwawancarai,” kata media berita.

Penyelidikan bersama itu mencakup berbagai peristiwa hingga akhir Juni, sewaktu pasukan Tigray merebut kembali sebagian besar wilayah mereka, tetapi penyelidikan itu tidak mengunjungi sebagian besar lokasi perang dengan jumlah korban terbanyak, termasuk di antaranya kota Axum, karena masalah keamanan dan hambatan lainnya. Menurut laporan tersebut, hambatan-hambatan itu mencakup kegagalan pemerintah Ethiopia menyediakan telepon satelit yang diperlukan untuk penyelidikan.

Menurut investigasi itu, semua pihak, termasuk pasukan dari daerah di dekatnya, Amhara, yang merebut Tigray Barat, telah melakukan pelanggaran, yang mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang. Ini secara umum mengukuhkan pelanggaran yang disebut para saksi mata selama perang. Tetapi laporan ini kurang menggambarkan seriusnya perang tersebut, dengan menyatakan hanya 1.300 lebih kasus pemerkosaan yang dilaporkan kepada pihak berwenang kemungkinan besar lebih sedikit dari pada jumlah yang sesungguhnya.

Terlepas dari kekurangan dalam laporan itu, kantor perdana menteri mengemukakan dalam sebuah pernyataan bahwa laporan itu “jelas menetapkan bahwa klaim genosida itu keliru dan jelas kurang memiliki landasan faktual.” Pernyataan itu menyebutkan “keberatan serius” mengenai laporan itu tetapi mengklaim bahwa laporan tersebut menepis tuduhan-tuduhan jahat.” Kantor perdana menteri juga mengakui tentang perlunya “melipatgandakan upaya” untuk menuntut pertanggungjawaban pelaku. Pernyataan itu menyebutkan sebuah satuan tugas tingkat tinggi akan dibentuk.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya