QUEENSLAND – Geng yang berisi enam pria dituduh melakukan penyiksaan, penculikan, pemberian racun, pemerasan, perampokan dan perampasan kebebasan terhadap pengusaha kaya raya dan pacarnya.
Penculikan pengusaha Eduardus Groenewegen dan model Belgia Caroll Dufail dua tahun lalu tidak seperti kebanyakan kejahatan.
Keduanya diculik dari rumah mereka di Raceview, Queensland oleh sekelompok pria bertopeng pada Oktober 2019. Eduardus dan Caroll kemudian dipaksa masuk ke dalam van putih dan diinterogasi tentang kode masuk ke brankas.
Pengadilan Magistrat Ipswich, Australia timur laut mengatakan keduanya menolak untuk mengungkapkan apa pun. Akhirnya mereka dibawa berkeliling selama enam jam dan disiksa di bagian belakang van.
Baca juga: Tuntut PM Mundur, Geng Kriminal Haiti Blokade Pelabuhan dan Sebabkan Kelangkaan BBM
Kemudian dibuang di semak belukar terdekat dan dibiarkan mati. Keenam pria yang dituduh melakukan serangan keji itu diduga sebagai anggota geng motor Lone Wolves.
Baca juga: Culik 17 Anggota Kelompok Misionaris, Geng Bersenjata Haiti Minta Tebusan Rp240 Miliar
Mereka terlihat mengobrol di pemakaman beberapa minggu sebelum penculikan Eduardus dan Caroll. Namun pengacara mereka dengan tegas menyangkal keterlibatan dalam kejahatan terorganisir.
Rekaman CCTV dan data dari aplikasi obrolan terenkripsi Cipher mengarahkan jaksa penuntut negara bagian ke enam tersangka. Yakni Nathan John Miller, Mark Clinton Atta-Singh, Jordan Roman Brennan, Saleh Atasoy, Justin John Kuhner, dan Brodie Jeet Singh.
Polisi mengklaim geng tidak memiliki hak untuk menjawab, dengan banyak bukti yang menunjuk pada perencanaan dan pelaksanaan serangan dan penyiksaan yang kejam. Rincian dugaan keracunan Eduardus dan Caroll tidak diketahui.
(Susi Susanti)