KAIRO - Tunisia telah mengeluarkan pemberitahuan internasional bagi penahanan mantan presiden Moncef Marzouki, demikian dilaporkan kantor berita TAP, Kamis (4/11/2021).
Notifikasi itu itu diterbitkan satu bulan setelah Marzouki meminta Prancis agar menghentikan dukungan bagi pemerintahan yang berkuasa saat ini.
Tidak ada keterangan rinci soal dakwaan apa yang dihadapi Marzouki.
BACA JUGA: Krisis Politik di Tunisia, Presiden Saied Pecat Perdana Menteri, Bekukan Parlemen
Namun, Presiden Kais Saied pada Oktober memerintahkan agar penyelidikan dilakukan terhadap apa yang ia sebut sebagai dugaan bahwa Marzouki telah berkomplot membahayakan keamanan negara.
Saied belakangan ini semakin dikritik di luar negeri sejak mengambil alih kekuasaan eksekutif pada Juli.
Ia tidak mengindahkan hampir seluruh amanat konstitusi dengan menguasai hampir seluruh kekuasaan. Marzouki dan berbagai kalangan lain mengecam tindakan Saied itu dengan menyebutnya sebagai kudeta.
BACA JUGA: Stasiun Televisi Tunisia Ditutup Setelah Pembawa Acara Bacakan Puisi Anti Diktator
Saied meluncurkan pemerintahan baru pada Oktober dan menjanjikan akan ada "dialog" nasional.
Tetapi, ia belum secara terperinci memetakan rencana pemulihan aturan konstitusi seperti diminta oleh para donor.