Angka itu 42% lebih tinggi dari jumlah keseluruhan pembayaran yang diungkapkan sepanjang tahun 2020, kata laporan Departemen Keuangan AS. Diyakini bahwa biaya sebenarnya bisa mencapai miliaran dolar AS.
Pemerasan dunia maya dilakukan oleh peretas dengan melibatkan pembobolan jaringan perusahaan atau institusi, sering kali melalui phishing atau penipuan lainnya.
Para penjahat siber mengenkripsi data penting perusahaan dan meminta uang tebusan yang dibayarkan lewat mata uang kripto dengan imbalan kunci digital bagi perusahaan untuk kembali bisa mengakses data mereka.
Perusahaan dan institusi sering menghadapi dilema dan tekanan dari para peretas untuk membayar uang agar data mereka bisa kembali dibuka. Namun di sisi lain, mereka juga menghadapi para klien dan otoritas setempat yang sering kali marah dan mengeluarkan peringatan keras agar mereka tidak membayar peretas.
(Susi Susanti)