Kasus Covid-19 Turun, Isoter di Bali Mulai Ditutup

Antara, Jurnalis
Jum'at 12 November 2021 15:48 WIB
Isoter Bali (Foto: istimewa)
Share :

JAKARTA - Kepala Kesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika mengatakan tempat isolasi terpusat (isoter) di beberapa wilayah Bali mulai ditutup seiring menurunkan kasus Covid-19.

"Pada Hari Kesehatan Nasional atau HKN 2021 dalam situasi pandemi ini, kasus mulai menunjukkan penurunan dan Bali sudah PPKM level 1, namun kami berharap warga agar selalu mematuhi prokes dan jangan lengah," kata Kakesdam IX/Udayana saat dikonfirmasi, Jumat (12/11/2021).

​​​"Harapannya pandemi selesai, karena yang jadi parameternya adalah isoter dan di Bali sudah mulai tutup karena kosong artinya angka kejadian COVID-19 turun," lanjut Made.

Ia mengatakan keberadaan isolasi terpusat ini sangat bermakna untuk menekan penyebaran COVID-19. Kata dia, penting bagi warga yang terpapar agar taat untuk menjalani isoter. Selain melindungi keluarga juga untuk lingkungan setempat.

Baca juga: Keterisian Isoter Rendah, Satgas Covid-19 Minta Pemda Terus Evaluasi

"Yang penting taat, kalau kena Covid-19 ya isolasi di isoter, lindungi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Di hari kesehatan ini di masa pandemi semoga segera berakhir kita seperti itu, semoga di hari kesehatan tahun depan tidak di masa pandemi lagi," katanya.

Baca juga: Rapat dengan Forkopimda Kalbar, Kapolri Minta Isoter hingga Prokes Terus Disosialisasikan

Dikatakannya, sejak Agustus 2021 Kodam IX/Udayana telah mempersiapkan dan menyiagakan tempat isoter, termasuk asrama, kampus hingga komplek militer.

Hingga saat ini, terjadi penurunan jumlah kasus Covid, di wilayah Bali-Nusra sehingga tempat isoter yang sifatnya darurat sudah mulai ditutup. Kata dia, di semua kabupaten/kota di Bali tempat isoter sudah tidak ada lagi keterisian pasien Covid-19.

"Sebelumnya, Pangdam menginstruksikan semua jajaran Kodam IX/Udayana membuat rumah untuk isoter. Misalnya di Singaraja kampus-kampus sudah ditutup karena angka Covid sudah turun dan semoga bisa terus seperti ini," kata Kakesdam.

Selain menerapkan protokol kesehatan, kegiatan vaksinasi juga membantu menurunkan kasus Covid-19 di Bali khususnya hingga berada di level 1.

"Nanti ada vaksinasi untuk usia tahun 6 sampai 11 tahun dan memang sudah disetujui oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, nanti menunggu surat edaran dari Kemenkes," ucap Kakesdam.

Ia menambahkan vaksinasi untuk usia 6 sampai 11 tahun belum terealisasi dan hingga saat ini masih menunggu keputusan Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Menko Airlangga: Isoter Terapung dan Vaksinasi di Jayapura Dukung PON XX

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya