Peneliti RI di AS Temukan Calon Vaksin Covid-19 yang Bisa Diproduksi di Tanah Air

Agregasi VOA, Jurnalis
Selasa 16 November 2021 06:19 WIB
Peneliti Indonesia di AS temukan calon vaksin Covid-19 yang bisa dibuat di tanah air (Foto: Courtesy via VOA)
Share :

  • Untuk Indonesia

Sebelum uji klinis terhadap manusia, tahap berikutnya adalah pengujian terhadap primata nonmanusia, dalam hal ini monyet. Doktor lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) itu berharap dapat melakukannya di Indonesia. Pasalnya, ia sengaja mengembangkan vaksin berbasis protein agar mudah diproduksi di Indonesia, yang sudah memiliki teknologi mapan untuk memanufaktur vaksin-vaksin berbasis protein.

“Pada akhirnya, saya harap vaksin ini nantinya bisa digunakan di Indonesia. Saya pikir sesuai rencana, pada intinya saya ingin menggunakan teknologi yang memang kapasitas manufakturnya sudah ada di sana. Itu sebabnya saya tidak begitu ingin meneliti (vaksin) mRNA, karena butuh waktu beberapa tahun untuk membangun kapasitas manufakturnya hingga berada pada skala yang diperlukan, karena di Amerika pun teknologi itu masih sangat baru,” terangnya.

Dalam wawancara dengan VOA melalui Skype secara terpisah, Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyambut baik penemuan kandidat baru vaksin Covid-19 oleh Nova dan tim, yang kompatibel dengan teknologi di tanah air.

“Transfer teknologinya pasti akan jauh lebih mudah ya, dibandingkan tentunya transfer teknologi yang mungkin lead researcher-nya bukan orang Indonesia. Jadi, menurut saya, Indonesia harus betul-betul mendukung, mensupport hal ini,” ungkap Nadia (29/10).

“Ini bisa menjadi salah satu peluang bagi BUMN untuk mengadopsi studi yang dilakukan oleh diaspora Indonesia, yang ke depannya akan memberikan peluang kepada Indonesia untuk bisa kemudian memproduksi vaksin,” lanjutnya.

Dalam kunjungan ke AS awal Oktober lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bertemu dengan Nova. Meski demikian, belum ada keterangan lebih jauh tentang rencana pemerintah dalam menanggapi penemuan kandidat vaksin Covid-19 oleh Nova dan timnya.

“Saya rasa sih, kalau kemarin Pak Menteri sudah ketemu dengan Nova pasti akan ada tindak lanjutnya ya,” jawab Nadia kepada VOA.

Menurut Ikhtisar Mingguan Covid-19 Edisi 13 Kementerian Kesehatan yang terbit 18 Oktober 2021, pemerintah sendiri masih memantau perkembangan vaksin Merah Putih (MP) – vaksin Covid-19 yang dikembangkan sejumlah peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia. Sejauh ini, penelitian vaksin MP Universitas Airlangga menunjukkan progress terdepan, dengan rencana pelaksanaan uji klinis fase I pada Desember 2021.

Sementara itu, masih berbulan-bulan waktu yang diperlukan bagi vaksin Nova dan timnya untuk dapat diproduksi massal, dengan catatan lolos tahap uji klinis dan mendapat persetujuan otoritas terkait. Ia memandang vaksinnya dapat digunakan sebagai penguat alias booster pada masa depan, mengingat – menurutnya – vaksinasi Covid-19 mungkin akan menjadi rutinitas tahunan yang perlu dilakukan masyarakat, seperti vaksinasi flu di AS.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya