Dukung Visi Industri Hulu Migas 2030, Konvensi IOG 2021 Resmi Digelar

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 29 November 2021 14:39 WIB
IOG 2021 resmi digelar padan Senin (29/11/2021). (Foto: Dok.SKK Migas)
Share :

Bahasan kali ini lebih dipusatkan kepada upaya industri hulu migas meningkatkan produksi di tengah komitmen Indonesia untuk menyukseskan program pengurangan emisi karbon. Untuk memperkuat visinya, pada konvesi tersebut juga dilakukan penandatanganan SKK Migas dan BP Indonesia untuk penerapan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) di proyek pengembangan Lapangan Vorwata di Papua.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam sambutannya mengatakan, industri hulu migas tetap menempati posisi strategis, kendati pada saat yang sama Indonesia juga memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan.

"Industri hulu migas, utamanya gas yang memiliki kandungan karbon rendah, akan menjadi penyokong utama energi pada masa transisi energi. Keberadaannya juga akan menggantikan energi-energi fosil yang memiliki kandungan karbon tinggi, seperti batubara,” katanya.

Oleh karena posisinya, tegas Arifin, industri hulu migas tidak akan serta merta ditinggalkan di tengah era peralihan energi mengingat industri ini merupakan salah satu pilar energi dan pilar ekonomi Indonesia. Multiplier Effect sektor ini dirasakan sampai ke sektor-sektor pendukungnya. Agar sukses memerankan posisinya, industri hulu migas juga harus melakukan strategi-strategi untuk menurunkan emisi karbon di lapangan, seperti yang mulai dilakukan Indonesia saat ini.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan visi bersama industri hulu migas tahun 2030 merupakan upaya industri hulu migas untuk memberikan karya terbaiknya, termasuk menciptakan transisi yang mulus dalam masa peralihan energi. Menurutnya, untuk dapat memberikan kontribusi maksimal, industri hulu migas memerlukan investasi yang signifikan dan partisipasi aktif dari para pemain domestik dan internasional.

"Konvensi ini diharapkan dapat menjadi platform untuk perubahan Industri Hulu Migas yang mampu memberikan tingkat imbal balik (IRR) proyek yang kompetitif, memberikan stabilitas peraturan, mampu mendorong kegiatan eksplorasi untuk Giant Discovery, dan yang paling utama menciptakan ekosistem hulu migas yang bersinergi dengan Peta Jalan pengembangan Net Zero Emision pada 2060 atau lebih cepat," ujar Dwi Soetjipto.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya