JAKARTA - Bareskrim Polri bersama FBI memburu ribuan pembeli phishing tools buatan tersangka GWL dan FYTP, pasangan kekasih asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, mengungkapkan bahwa proses identifikasi masih terus didalami terhadap sekitar 2.400 pembeli alat phishing tersebut.
"Ini sedang diidentifikasi secara mendalam oleh anggota. Sehingga kredensialnya diketahui dari mana saja, siapa, itu bisa terungkap dari 2.400 pembeli tersebut," kata Himawan, Kamis (23/4/2026).
"Karena ini belum selesai, masih ada proses pendalaman. Sehingga nanti akan terus dilakukan pengembangan," tambahnya.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan FBI terus dilakukan karena para pembeli alat phishing tersebut bisa berada di berbagai negara. Begitu juga dengan para korban yang tidak hanya berasal dari satu negara.
"Ini adalah kegiatan transnasional, di mana pelaku bisa berada di satu negara, tetapi korban ada di berbagai negara. Contohnya ada di Amerika dan Moldova sebagai bagian dari korban. Sehingga hal ini sangat mungkin terjadi," ujar Himawan.