Pria paruh baya ini menambahkan bahwa dari sekian banyak orang yang datang untuk meminta kekayaan dan jabatan, sebagian besar di antaranya terkabulkan keinginan mereka. Bahkan Sadiman menyebut 90 persen terkabul.
“Mereka memohon agar dikabulkan hajat-hajatnya seperti memohon kekayaan dan memohon jabatan tetapi tidak kepada Tuhan. Banyak yang sudah berhasil, tetapi saya tidak bertanggung jawab karena itu merupakan urusan pribadi masing-masing,” kata pria tua itu di Sendang Dangkrong.
“Kalau memang dikabulkan apa yang diminta, jangan lupa ke sini [Sendang Dangkrong] lagi. Bersyukur di sini. Biasanya kalau malam itu suka ada orang yang datang ke sini . Kadang lima enam orang, untuk jamnya tidak tentu kadang jam 00.00 WIB kadang jam 22.00 WIB sudah ada,” kata dia.
Baca juga: Viral Sejoli Mesum di Kebun Teh Karanganyar, Kades Sayangkan Video Tersebar
Lebih jauh, Sendang Dangkrong juga memiliki keterkaitan dengan mitos larangan menikah antara warga Dusun Nglano dengan Dusun Suruh Kalong/Wangan. Kalau nekat, hubungan pernikahan itu diyakini tak bertahan lama. Mitos itu masih diyakini sebagian warga setempat.
Baca juga: Keracunan Massal Usai Buka Puasa, Satu Warga Karanganyar Meninggal
“Memang benar ada mitos seperti itu. Sebenarnya boleh menikah antara warga Nglano dan Suruh, tapi pengantin jangan lewat jalan sendang ini. Harus lewat jalan yang lain. Tapi memang orang dulu melarang. Jadi itu hanya mitos, tapi kalau dilanggar memang kenyataannya benar terjadi bahwa pengantin tidak akan bertahan lama,” tuturnya.
(Fakhrizal Fakhri )