Kisah Hoegeng Tolak Diberikan Pengawal: Kalau Mau Mati, Ya Mati Saja

Fay Cilla, Jurnalis
Jum'at 03 Desember 2021 07:03 WIB
Jenderal Hoegeng Iman Santoso (Foto: Arsip Nasional)
Share :

Alasan Hoegeng tidak ingin mengambil pengawal pribadi untuk dirinya, dia tetap bisa bekerja dengan baik meskipun tanpa adanya pengawal dan Hoegeng takut jika teman-temannya tidak ada yang ingin berkunjung kerumah dan harus melapor jika kerumahnya. Dikutip dalam buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono:

“Hidup Hoegeng berserah saja, tak perlu dikawal-kawal. Kalau Hoegeng mau mati ya mati saja. Tidak usah pakai pengawal atau penjaga di rumah”

“Nanti, teman-teman Hoegeng tidak ada yang berani berkunjung ke rumah karena harus lapor lebih dulu ke petugas penjaga. Jadi, tidak usah, Mas Dharto. Biar saja bebas”tambahnya.

Tak sampai situ kesederhanaan Hoegeng, diketahui bahwa Hoegeng tidak memakai fasilitas negara sejak dipercaya sebagai Kepala Jawatan Imigrasi Indonesia maupun Mentri Iuran Negara. Hal tersebut diketahui Dharto melalui supirnya, Aco yang sering mengobrol dengan Hoegeng.

Bahkan saat ia menjabat menjadi Kapolri, ia juga menolak pengawalan yang diberikan kepadanya. Dan diketahui hanya ada dua staf, staf ajudan yang bergantian bertugas saat hari kerja dan staf ajudan yang membantunya sehari-hari. Mereka juga tidak diizinkan memakai pakaian dinas kecuali ajudan dinas yang mendampinginya sehari-hari lalu staf lainnya diminta berpakaian preman.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya