JAKARTA - Hoegeng salah satu tokoh Indonesia yang terkenal dengan kesederhanaannya. Sifat itulah yang tergambar dari mantan Kapolri itu sepanjang hidupnya seperti menolak fasilitas negara ketika menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara.
Karier Hoegeng dilanjutkan dengan jabatan sebagai Menteri/Sekertaris Presidium Kabinet usai tak lagi menjabat Kapolri.
Saat ia menjadi Sekertaris Presidium Kabinet sebenarnya ia mendapat jatah dua mobil, satu mobil dinas menteri dan satu mobil untuk keluarga. Di mana saat itu satu mobil dinas sudah diterima Hoegeng, sementara mobil keluarga Hoegeng belum menerima.
Sementara mobil dinas yang saat itu ia gunakan sudah dikembalikan saat berganti jabatan, kemudian fasilitas mobil keluarganya jenis Holden keluaran 1965 langsung ditolaknya. Dikutip dalam buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono: alasan dari penolakan itu lantaran sudah memiliki dua mobil, pertama mobil dinas Jeep dari kepolisian dan mobil dinas sebagai Sekertaris Presidium Kabinet.
“Hoegeng mau simpan di mana lagi Mas Dharto? Hoegeng tak punya garasi lagi,” kata Hoegeng ke sekertaris pribadinya itu.
Baca juga: Kisah Jenderal Hoegeng Tak Mau Suratnya Diterima Perantara, Kecuali ke Bung Karno
Pada akhirnya memang Hoegeng mengambil jatah mobil dinas untuk keluarga itu. Namun, kendaraan mewah pada zamannya itu langsung diberikan kepada Dharto untuk "disimpan”.
Baca juga: Kisah Hoegeng Tak Pernah Makan Siang di Kantor, Cuma Minum Teh Hangat
“Ya sudah, tetapi tolong disimpan di rumah Mas Dharto saja ya, suatu saat Hoegeng perlu, Hoegeng pinjam saja,” ucap Hoegeng.