Hari demi hari dijalani mereka berdua, Ki Ageng Mangir tak sadar kalau yang dinikahinya adalah putri raja yang merupakan musuh bebuyutannya. Suatu ketika akhirnya Rara Kasihan mengaku kepada Ki Ageng Mangir bahwa ia adalah anak dari Raja Mataram, Panembahan Senopati.
Tetapi karena sudah dimabuk cinta, akhirnya Ki Ageng Mangir bersedia menerima bujukan istrinya Rara Kasihan. Ia diminta menghadap Panembahan Senopati, yang tak lain adalah mertuanya. Ia pun akhirnya bersedia menghadap Senopati, rombongan pun berangkat menuju Kerajaan Mataram termasuk Retna Pembayun atau Rara Kasihan.
Saat iring-iringan rombongan ini terdapat banyak emban pembawa ubarampe dan arah - srahan dengan cara dipikul. Karena pikulan srah - srahan itu mentul - mentul (memantul - mantul), maka lahirlah nama Bantul. Suatu wilayah di bawah pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
(Qur'anul Hidayat)