Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dan Jerman juga menyuarakan kemarahan atas vonis terhadap Tikhanovsky dan tokoh oposisi lainnya.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Uni Eropa mengutuk penindasan individu oleh Belarusia.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan dia terkejut dengan "vonis skandal" pada Selasa (14/12).
Diketahui, Lukashenko telah memerintah Belarusia sejak 1994 tetapi pemilihannya kembali sebagai presiden tahun lalu dianggap tidak sah dan tidak diakui oleh negara-negara Barat.
Dia menentang protes berbulan-bulan tahun lalu ketika politisi dan aktivis oposisi ditangkap dan ditahan di penjara, lalu beberapa orang diduga dipukuli dan disiksa.
Tikhanovsky sekarang menjadi salah satu dari ratusan tahanan politik yang diduga ditahan di penjara Belarusia. Di antara mereka yng dipenjara yakni Maria Kolesnikova, yang dinyatakan bersalah atas kejahatan termasuk merencanakan untuk merebut kekuasaan dan dipenjara selama 11 tahun pada bulan September.