Namun hal tersebut langsung dibantah oleh Marsekal Teddy Rusdy asisten Benny Moerdani di Badan Intelijen Strategis (BAIS). Menurutnya, opsi militer diambil karena konflik di Timor Portugal semakin tak terkendali dan ada kecenderungan Uni Soviet sebagai negara komunis terbesar saat tu ingin menanamkan pengaruh nya di Timor Portugal melalui Fretilin.
Baca Juga : Jika Soeharto Raja Orde Baru, Maka Ali Moertopo adalah Patihnya
“Ini akan menjadi ancaman serius jika Indonesia tidak segera mengintegrasikan Timor Timur,” ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)