Cerita Benny Moerdani Ambil Alih Operasi di Timor Timur

Alvin Agung Sanjaya, Jurnalis
Rabu 15 Desember 2021 06:01 WIB
Jenderal TNI LB Moerdani (Ist)
Share :

WAKTU Ali Moertopo menjadi Deputi II Bakin dan memimpin Operasi Khusus (Opsus), Sugianto juga di sana. Sugianto jadi Direktur Masalah Budaya di sana dan pangkatnya sudah kolonel pada Juli 1974.

Saat itu, ia menjadi pengelola majalah hiburan Pop. Setelah Ali Moertopo dikunjungi perwakilan kelompok Apodeti dari Timor Portugal, Sugianto dapat tugas.

Sugianto keluar-masuk Timor Portugal, mengumpulkan data intelijen soal kelompok-kelompok politik pendukung kolonialisasi Portugal dan pro-kemerdekaan.

Sepulang dari Amerika Serikat. Ali Moertopo memanggil Sugiyanto untuk menemui Benny Moerdani untuk mengambil alih Operasi di Timor-Timur.

Saat itulah, menurut Sugiyanto, sebagian perwira Bakin melihat ada kecenderungan sikap Benny mengubah pendekatan lobi politik menjadi aksi militer.

Namun hal tersebut langsung dibantah oleh Marsekal Teddy Rusdy asisten Benny Moerdani di Badan Intelijen Strategis (BAIS). Menurutnya, opsi militer diambil karena konflik di Timor Portugal semakin tak terkendali dan ada kecenderungan Uni Soviet sebagai negara komunis terbesar saat tu ingin menanamkan pengaruh nya di Timor Portugal melalui Fretilin.

Baca Juga : Jika Soeharto Raja Orde Baru, Maka Ali Moertopo adalah Patihnya

“Ini akan menjadi ancaman serius jika Indonesia tidak segera mengintegrasikan Timor Timur,” ujarnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya