Omicron Masuk Indonesia, Menkes Budi: Tolong, Liburan Kali Ini Jangan ke Luar Negeri!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Kamis 16 Desember 2021 12:14 WIB
Menkes RI, Budi Gunadi (foto: dok MNC Portal)
Share :

JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin meminta kepada masyarakat tidak menghabiskan liburannya ke luar negeri, terutama saat Natal dan Tahun Baru 2022. Pasalnya, kini varian Omicron sudah terdeteksi di Indonesia.

“Sekali lagi tolong liburan kali ini habiskan waktunya di dalam negeri. Tidak perlu ke luar negeri. Indonesia negara yang jauh lebih aman, dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia. Kita jaga keluarga kita dan seluruh rakyat Indonesia,” kata Menkes Budi, dalam Keterangan Pers Terkait Perkembangan Pandemi Covid-19 yang disiarkan langsung di channel YouTube Kementerian Kesehatan, Kamis (16/12/2021).

Baca juga:  Varian Omicron Masuk Indonesia, Menkes Minta Masyarakat Jangan Khawatir dan Panik Berlebihan

Menkes Budi melanjutkan, bahwa penularan varian baru Omicron ini sangat cepat, namun masyarakat respon masyarakat dalam menghadapi konfirmasi kasus Omicron pertama di Indonesia ini adalah tetap tenang dan waspada. Selain itu surveillance kesehatan juga harus terus dilakukan dengan baik yakni dengan melakukan tes pada pasien dengan kontak erat dan tes bagi para pelaku perjalanan.

Selain itu pemerintah juga terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 di Indoensia. Khususnya bagi para lanjut usia (Lansia). Pemerintah menyediakan pula semua fasilitas dan obat-obatan, seperti Molnupiravir yang diklaim dapat menyembuhkan Covid-19 yang diprediksi datang pada akhir 2021.

Baca juga:  Omicron Masuk Indonesia, Kepala BNPB: Jangan Ke Luar Negeri Kalau Tak Mendesak

Dengan situasi seperti saat ini, kata Budi, salah satu hal yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga protokol kesehatan agar jangan kendor dan tidak displin.

"Sekarang penyebaran Omicron ini memang sangat cepat. Di Inggris yang tadinya cuman 10 per hari, sekarang sudah 70 ribu per hari. Lebih tinggi dari puncaknya di Indonesia pada Juli yakni 50 ribu kasus,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya