Namun Hoegeng tak ingin kalah, dengan berkelakar juga, Hoegeng menjawab “Wong Hoegeng ini bukan Menteri Iuran Negara, tetapi Menteri Sayuran Negara. Jadi Hoegeng tetap membawa buku besar,” kelakar Hoegeng dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono.
Sebagai Menteri Iuran Negara, Hoegeng juga tidak mengambil kesempatan untuk memperkaya dirinya di tengah situasi negara yang sedang morat-marit saat itu. Sikap khasnya itu membuat ia dan keluarganya tetap bersahaja.
Baca juga: Ketika Hoegeng Dituding Anti-China Berujung Dipanggil Presiden Soekarno
(Fakhrizal Fakhri )