Tentara Wanita Korut Klaim Dipaksa Aborsi Tanpa Anestesi, Pelecehan Seksual hingga Kelaparan

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 24 Desember 2021 17:02 WIB
Tentara wanita Korea Utara (Foto: Pen News)
Share :

Dia juga mengklaim bahwa dia dipaksa untuk bertahan hidup hanya dengan tiga hingga empat sendok jagung per hari, dan sangat kekurangan makanan sehingga siklus menstruasinya berubah menjadi menstruasi hanya sekali setiap empat hingga enam bulan.

Namun, dia masih aktif secara seksual dan harus memberi tahu penasihat politik bahwa dia hamil.

Beberapa hari kemudian dia diperintahkan untuk pergi ke kantor medis militer suatu malam.

“Seorang ahli bedah militer sudah menunggu saya,” kenangnya.

“Dia melakukan aborsi pada saya tanpa anestesi - itu masih menghantui saya hingga hari ini,” ujarnya.

“Karena pengalaman itu, saya tidak hanya masih berjuang secara mental, tetapi saya juga belum bisa punya anak,” ungkapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya