TANGERANG - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta agar para pelaku perjalanan asal luar negeri (PPLN), terutama masyarakat yang usai berlibur memahami alasan diwajibkannya karantina selama 10 hari sebelum kembali ke rumah.
Hal itu disampaikan langsung saat Menkes meninjau langsung prosedur kedatangan PPLN di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (24/12/2021).
"Ada 3000 orang perhari yang tiba di Indonesia, baik PMI atau liburan pahami lah kenapa harus karantina 10 hari. Karena bisa membahayakan ratusan rakyat Indonesia jika ada 1 saja yang membawa virus ini," ujar Menteri Kesehatan.
Menkes juga mengingatkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta merupakan pintu masuk dan juga titik perbatasan. Hal ini menjadikan Bandara Soekarno Hatta dengan kasus probable Omnicron paling tinggi.
"Soekarno-Hatta adalah titik perbatasan masuk dimana kasus probable Omnicron nya paling tinggi, jadi ini harus dijaga dengan hati-hati," lanjut Menkes.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa secara umu ada 14 tahapan yang harus dilalui oleh PPLN saat tiba di Indonesia. Kapolri memastikan bahwa saat ini pihaknya sudah memberikan evaluasi terkait adanya masukan dan kritik dari masyarakat.
"Secara umum kita melihat ada 14 tahapan yang harus dilalui. Mulai dari masuk, kemudian dilaksanakan pemeriksaan awal sampai dengan tahap terakhir, diarahkan menuju hotel, wisma ataupun yang mendapatkan fasilitas karantina mandiri," tutur Kapolri.