Baca juga: Hoegeng Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas, Bingung Uang Kontrakan Selalu Ditolak Pemilik
Hoegeng saat itu masih lontang-lantung setelah penugasannya dari Medan. Hoegeng menganggap itu adalah sebuahkebeneran, dikutip dalam buku Hoegeng Polisi dan Mentri.
Baca juga: Cerita Hoegeng Difitnah dan Selamat Berkat Sebuah Buku
“Meski demikian Mas Dharto, janganlah menjadi orang yang selalu “kebeneran” atau kebetulan, tetapi jadilah orang yang benar. Karena, selain kebenaran itu hanya sesaat, juga adakalanya berdampak negatif di kemudian hari bagi orang tersebut. Kebeneran itu belum tentu sebuah kebenaran," kata dia. (fkh)
(Erha Aprili Ramadhoni)