Varian Omicron mulai dilaporkan menyebabkan kematian di beberapa negara. Seperti AS, Inggris, Jerman, dan Australia.
Tahun ini, varian Omicron disebut-sebut masih akan menjadi ancaman untuk tahun ini? Pada Desember tahun lalu, Direktur WHO di Eropa Hans Kluge telah memperingatkan lonjakan kasus Omicron akan mendorong sistem kesehatan Eropa ke jurang. Kluge mengatakan "badai lain" akan datang dan pemerintah harus bersiap untuk peningkatan kasus yang signifikan. Peringatan ini datang ketika beberapa negara memberlakukan kembali pembatasan jarak sosial.
Selain itu, WHO pusat juga mengatakan risiko akibat varian Omicron masih "sangat tinggi", setelah jumlah kasus Covid-19 terus melonjak.
WHO dalam pembaruan epidemiologi mingguan Covid-19 menyatakan Omicron berada di belakang lonjakan virus yang cepat di beberapa negara, termasuk melampaui varian Delta yang sebelumnya dominan.
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kombinasi varian Delta dan Omicron mendorong tsunami berbahaya dari kasus Covid-19. Hal ini diungkapkan Tedros ketika AS dan negara-negara di seluruh Eropa melaporkan rekor kasus baru. Dr Tedros memperingatkan itu adalah "ancaman kembar" dari dua varian yang berada di balik beban kasus keseluruhan. "Ini dan akan terus memberikan tekanan besar pada petugas kesehatan yang kelelahan, dan sistem kesehatan di ambang kehancuran," ujarnya.
(Susi Susanti)