JAKARTA - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan bahwa dalam menyelesaikan permasalahan di Papua, semua pihak harus mencari akar permasalahan lalu mulai menyelesaikan.
Menurutnya bila diibaratkan semua pihak harus mencari bagian mana yang gatal untuk digaruk sebagai bentuk penyelesaian masalah secara tepat.
"Saya menyebutnya Papua itu, kita ini mau menggaruk sesuatu yang gatel karena itu kita harus tau yang gatel dimana, jangan yang gatel dimana yang digaruk dimana," kata Ma'ruf dikutip pada podcast Deddy Corbuzier, Selasa (4/1/2022).
Ma'ruf mengatakan hingga saat ini pemerintah terus melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah maupun dengan para tokoh-tokoh.
"Dan pendekatan keamanan juga kita bukan ingin memerangi mereka tapi justru melindungi masyarakat supaya tidak terjadi bentrokan, masyarakat tidak terganggu keamanannya," kata Ma'ruf.
Ma'ruf mengungkapkan bahwa masyarakat di Papua menginginkan pendidikan, kesehatan dan juga infrastruktur sampai ketempat tinggalnya.
Pemerintah pun bertindak cepat dengan membangun balai-balai latihan, pemberdayaan masyarakat di Papua, hingga menghilangkan kemiskinan terutama yang ekstrim.
"Itu terus kita lakukan bersama pemerintah daerah dan tokoh-tokoh non pemerintahan terutama itu local champion tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan kita melakukan dialog dengan mereka," katanya.
Pemerintah, kata Ma'ruf telah membuat induk percepatan pembangunan Papua. Dan diharapkan dapat merealisasikan Papua yang sejahtera dan aman.
"Sejahtera dan aman tidak bisa dipisahkan
Karena itu kita mendesain membuat semacam induk percepatan pembangunan Papua yang pandangan kita bahwa prospek Papua itu harus seperti ini tapi kita juga mendengarkan keinginan orang-orang Papua seperti apa," katanya.
(Khafid Mardiyansyah)