BRIN: Mutasi Belum Tentu Sebabkan Virus Tambah Kuat

Antara, Jurnalis
Kamis 06 Januari 2022 22:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amin Soebandrio mengatakan bahwa mutasi pada virus, termasuk virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 belum tentu menyebabkan virus bertambah kuat.

Kata dia, sebaliknya mutasi tersebut bisa mengakibatkan virus bertambah lemah.

"Dari sekian banyak mutasi, itu justru sekitar 45 persen menyebabkan virusnya mati," kata Amin, Kamis (6/1/2022).

Amin menuturkan sekitar 30 persen dari mutasi menyebabkan virus bertambah lemah dan sekitar 20 persen tidak menyebabkan perubahan apapun pada virus.

Sementara yang menyebabkan virus bertambah aktif atau "kuat" hanya 4-5 persen dari mutasi.

Amin menuturkan tidak selalu hasil dari mutasi virus menyebabkan kemunculan varian yang lebih berbahaya. Meskipun peluang bertambah "kuat" suatu virus dari proses mutasi terbilang kecil, tetap harus diperhitungkan.

Baca juga: Satgas: Kasus Covid-19 Meningkat dalam 14 Hari Terakhir

Menurut Amin, dari kemungkinan kecil itu, varian hasil mutasi yang berhasil lolos dari tekanan lingkungan seperti dari vaksinasi dan obat-obatan, akan menjadi varian yang lebih "kuat".

"Sebenarnya kemungkinannya kecil tapi yang berhasil lolos itu tambah jadi lebih "kuat" dari tekanan lingkungan baik itu oleh vaksinasi oleh obat dan sebagainya," tutur Amin.

Baca juga: Satgas Covid-19: Angka Kematian Harian Tunjukkan Tren Penurunan

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya