Ia mengemukakan, Kementerian Kesehatan sudah melakukan penelitian untuk 414 pasien Omicron di Indonesia.
"Apa gejalanya, gejala apa yang hanya perlu dirawat di rumah, which is sebagian besar akan begitu. Gejala seperti apa yang dirawat di isolasi terpusat seperti Wisma Atlet, gejala seperti apa yang masuk ke rumah sakit, mana yang sedang dan mana yang berat," katanya.
Ia mengatakan, pemerintah sudah bekerja sama dengan 17 platform telemedicine untuk memastikan agar orang yang harus dirawat di rumah tetap bisa mendapatkan akses untuk konsultasi kedokteran dan obat.
"Kami juga sudah bekerja sama dengan satu start up di bidang logistik dan BUMN Kimia Farma untuk bisa memastikan obat-obatannya sampai," katanya.
(Arief Setyadi )