Dorong Wanita ke Kereta Bawah Tanah yang Sedang Melaju, Pria Ini Ditangkap

Susi Susanti, Jurnalis
Senin 17 Januari 2022 07:23 WIB
Polisi mengamankan stasiun kereta bawah tanah (Foto: WABO)
Share :

Janno Lieber, penjabat ketua Otoritas Transportasi Metropolitan, mengatakan dalam sebuah pernyataan, kejahatan kereta bawah tanah secara umum "turun".

"Ini adalah hari yang menyedihkan, seorang warga New York melakukan bisnisnya tepat di jantung kota kami, di jantung sistem kereta bawah tanah kami di Times Square dan dia kehilangan nyawanya," ujarnya.

"Ini tidak masuk akal, ini tidak bisa diterima, ini harus dihentikan,” tambahnya.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (15/1), Jo-Ann Yoo, direktur eksekutif Federasi Asia Amerika, mengatakan kematian Go adalah "pengingat bahwa ketakutan akan kekerasan anti-Asia di komunitas kami sangat beralasan.

"Sangat penting bahwa Kota New York menerapkan solusi proaktif berbasis komunitas yang mencegah kejahatan ini terjadi sejak awal," tambahnya.

Anggota Partai Republik Grace Meng, juga menyerukan kebijakan yang lebih baik seputar keselamatan transit massal dan kesehatan mental dan layanan sosial. Dia mencatat insiden itu terjadi saat serangan terhadap warga New York Asia "terus meningkat."

Serangan terhadap orang Asia-Amerika di seluruh negeri telah menyaksikan peningkatan kekerasan dalam serangan dalam beberapa tahun terakhir yang hanya memburuk sejak dimulainya pandemi Covid-19.

Sebelumnya di New York, seorang pria Asia berusia 62 tahun yang menurut polisi dipukul kepalanya dalam serangan tak beralasan di East Harlem meninggal karena luka-lukanya bulan lalu. Insiden ini terjadi pada April tahun lalu.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya