Menurut walikota, badai yang memicu tanah longsor turun setara dengan 75 liter per meter persegi (sama dengan 75 mm atau hampir 3 inci hujan) menandai jumlah curah hujan terbesar yang pernah dialami ibu kota dalam hampir dua dekade.
Guarderas mengatakan volume curah hujan yang sama terakhir tercatat di ibu kota pada 2003.
Video yang diposting ke media sosial (medsos) menunjukkan warga berteriak minta tolong ketika sungai berlumpur mengalir melalui jalan-jalan Quito, membawa pohon, kendaraan, tempat sampah, dan tiang listrik.
"Terjadi kejenuhan tanah di lereng, yang menghasilkan longsoran dari lereng ke saluran dan menyebabkan longsor ini," ujarnya.
Pada tahun tertentu, rata-rata Quito sekitar 82 mm (3,2 inci) pada Januari dan 111 mm (4,3 inci) pada Februari. Dengan rata-rata itu, tiga perempat dari total bulanan kota jatuh dalam hujan tunggal ini.
(Susi Susanti)