JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian gempa bumi melanda wilayah Pantai Barat Laut Maluku Barat Daya, Maluku. Gempa dengan magnitudo awal 6,2 kemudian dari analisis parameter update magnitudo magnitudo 6,1.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,83° LS ; 128,46° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 28 Km arah Timur Laut Maluku Barat Daya, Maluku pada kedalaman 126 km.
Bambang mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas Subduksi di Laut Banda.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ), dengan parameter sesar yaitu bidang nodal 1 strike 93,72°; dip 53,59°; rake 68,95°; dan bidang nodal 2 strike 306,68°; dip 41,32°; rake 115,96°,” kata Bambang dalam keterangan yang diterima, Rabu (2/1/2022).
Sementara itu, gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Bambang.
Bambang meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.
(Khafid Mardiyansyah)