JAKARTA - Indonesia diprediksi akan mengalami gelombang ketiga kasus Covid-19 dalam waktu dekat ini. Pasalnya, munculnya varian baru Covid-19 jenis omicron. Varian baru tersebut sangat cepat menyebar di Indonesia sejak pertama kali terdeteksi.
(Baca juga: Bertambah 177 RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 6.008 Pasien Covid-19)
Indonesia mengalami lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang sangat signifikan dalam beberapa waktu belakangan ini. Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memprediksi, puncak kasus omicron bakal lebih tinggi dibandingkan varian delta.
(Baca juga: Kasus Varian Omicron di Tanah Air Tembus 3.914, Kemenkes: Transmisi Lokal Capai 2.099)
Kasus positif di Indonesia diprediksi bisa mencapai angka 300 sampai 500 ribu pada saat puncak gelombang ketiga Covid-19 akibat varian omicron ini. Pemerintah dan masyarakat diminta untuk lebih waspada dan antisipasi.
"Jadi kalau misalnya delta ketemu sampai 50 ribu, ini bisa sampai 2 atau 3 kalinya pada periode puncaknya, itu bukan berarti kasusnya cuma segitu, enggak, kita itu bisa sampai 300 sampai 500 ribu pada saat puncak," kata Dicky melalui pesan singkatnya, Minggu (6/2/2022).
Kalaupun nantinya angka positif Covid-19 tidak mencapai ratusan pada puncak gelombang ketiga, Dicky meyakini, ada keterbatasan testing dan tracing yang dilakukan oleh pemerintah. Sebab, tren pada varian omicron ini menginfeksi banyak orang.
"Tren dari gelombang omicron ini pertama, bahwa dia akan menginfeksi banyak orang, empat kali bahkan lebih banyak dari delta, ini mau yang resminya maupun tidak resminya, maksudnya yang ketemu oleh tes pemerintah dengan kemampuannya," ungkap Dicky.