Hoegeng hanya menjawab “terus” dan “terus” mendengar cerita kronologi Didit. Didit menceritakan bahwa saat akan belajar di salah satu rumah rekannya, ternyata rumah rekannya tak bisa dipakai karena sedang ada acara.
Kemudian Didit berpindah tempat ke rumah rekannya yang lain, namun juga tak bisa digunakan untuk belajar. Barulah setelah mendatangi rumah temannya yang lain mereka bisa belajar.
Saat itulah Didit dan teman-temannya ketiduran dan baru terbangun dini hari tersebut. Didit meminta maaf kepada Hoegeng atas kelalaiannya.
Ternyata Hoegeng yang sedari tadi mengatakan “terus” dan “terus” hanya ingin mendengar kata permintaan maaf dari Didit. Barulah setelah Hoegeng mendengar kata maaf tersebut alasan Didit dapat diterima Hoegeng
(Qur'anul Hidayat)