NEW YORK - Ketika Gedung Putih mendesak Amerika Serikat (AS) untuk meninggalkan Ukraina dan memperingatkan kemungkinan invasi Rusia bisa terjadi kapan saja, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken menelepon rekannya di Kiev Dmitry Kuleba pada Jumat (11/2) dengan pesan dukungan “kuat”.
“Saya melakukan pembicaraan yang produktif dengan Menteri Luar Negeri Ukraina [Kuleba] tentang upaya berkelanjutan kami untuk mendukung Ukraina dan mencegah Rusia dari agresi lebih lanjut. Dukungan kami untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina tidak tergoyahkan,” cuit Blinken pada Jumat (11/2), saat dalam perjalanan ke Australia dan Fiji.
Rincian lebih lanjut datang dari juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price, yang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Blinken berbicara dengan Kuleba untuk menegaskan kembali dukungan kuat AS untuk Ukraina dalam menghadapi ancaman yang semakin akut dari kemungkinan agresi Rusia lebih lanjut.
“Blinken menggarisbawahi bahwa setiap dan semua agresi terhadap Ukraina oleh Rusia akan mendapat konsekuensi yang cepat, parah, dan bersatu,” ujar Price.
Baca juga: Baku Tembak Pecah, Rusia Mulai Serang Ukraina
Blinken juga memberi tahu Kuleba tentang “upaya global untuk mendesak de-eskalasi dan meningkatkan langkah-langkah pertahanan dan pencegahan” terhadap tuduhan Rusia. pembangunan militer di dekat perbatasan Ukraina.