WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, pada Selasa (15/2), mengakui bahwa sanksi yang mungkin akan diberikan kepada Rusia sebagai balasan atas invasi ke Ukraina dapat menimbulkan pukulan balik bagi perekonomian AS, termasuk kemungkinan kenaikan harga dan gangguan pasokan energi.
“Warga Amerika paham, membela demokrasi dan kemerdekaan tidak pernah tanpa pengorbanan,” ucap Biden dalam pernyataannya di Gedung Putih terkait krisis yang sedang berlangsung.
“Saya tidak akan berpura-pura ini semua akan baik-baik saja,” lanjutnya.
Biden mengatakan pemerintahannya berupaya secara proaktif untuk mencoba mencegah masalah pasokan dengan bekerja sama dengan para produsen dan distributor energi dalam menyusun rencana darurat. Ia juga mengatakan dirinya akan bekerja sama dengan Kongres AS dalam langkah-langkah tambahan”yang tidak dijelaskan lebih rinci untuk melindungi konsumen dan menangani dampak terhadap harga di SPBU.
Baca juga: NATO: Tak Ada Bukti Rusia Tarik Pasukan dari Perbatasan Ukraina
“Kami akan memberikan tekanan yang hebat pada institusi keuangan dan industri utama mereka yang terbesar dan paling signifikan. Langkah-langkah ini siap diambil jika Rusia bergerak. Kami akan menerapkan konsekuensi jangka panjang, kami akan merusak kemampuan Rusia untuk bersaing secara ekonomi dan strategis," ungkapnya.
"Dan berkaitan dengan Nord Stream 2, pipa yang akan menyalurkan gas alam dari Rusia ke Jerman, apabila Rusia menginvasi Ukraina lebih jauh, maka proyek itu dibatalkan,” tambahnya.
Baca juga: Ketegangan Ukraina, Biden Akan Telepon Putin