Anjas menduga sesuatu yang ditemukan di kuku Amel bukanlah jejak DNA yang mengarah pelaku. Ia juga menambahkan, penyidik sudah tidak mengandalkan keterangan saksi karena kasus ini sudah berjalan berbulan-bulan. Menurutnya, tim penyidik akan mengambil langkah untuk menghubungkannya dengan petunjuk dari hasil upaya-upaya berbasis ilmiah.
“Dengan pemeriksaan ilmiah, bisa menentukan tipikal kondisi kuku. Bukan jejak DNA tapi mungkin ada sesuatu hal dari ratusan saksi yang telah diperiksa tersebut bisa cek atau disesuaikan dengan kondisi kuku Amel,” tuturnya.
“Kalau tangan Amel mencakar seseorang maka luka cakar tersebut yang ditemukan di salah satu saksi adalah luka kecelakaan, tercakar kucing atau manusia. Apakah ini tipikal identik dengan kukunya Amel, ini bisa ditelusuri secara ilmiah,” tambahnya.