Setelah memberi instruksi penundaan terhadap pengangkatan jenazah para Jenderal dari sumur, Sarwo mendapat gambaran apa yang menimpa Jenderal Yani. Dia begitu murung. Hari itu ia pulang larut malam.
Ani, putri Sarwo melihat pemandangan yang menyentuh hatinya. Di depan foto Ahmad Yani, ayahnya berkaca-kaca. Makin lama ia memandangi foto, matanya makin basah. Setangkai bunga diletakkan di samping gambar tadi. Ani mengatakan ayahnya selalu menaruh bunga di samping foto Ahmad Yani.
"Esoknya, ia melakukan hal yang sama," kata Ani.
Dikutip dari buku Sarwo Edhie dan Misteri 1965, menurut Rais Abin, sahabat Sarwo sejak mengikuti pendidikan militer di Australian Army Staff College, hubungan antara Ahmad Yani dan Sarwo Edhie seperti kakak adik. "Hubungan itulah yang mendorong Sarwo bergerak," ujarnya.
(Rahman Asmardika)