Kisah Sarwo Edhie Mogok Kuliah di Australia Gegara Steak Setengah Matang

Aulia Oktavia Rengganis, Jurnalis
Kamis 03 Maret 2022 07:01 WIB
Sarwo Edhi Wibowo dan Ahmad Yani (Foto: istimewa)
Share :

JAKARTA - Pada 1959, Ahmad Yani merekomendasikan Sarwo Edhie Wibowo menjadi Komandan Sekolah Para Komando Angkatan Darat. Usul Yani awalnya ditolak Jenderal TNI Widjojo Soejono karena dianggap nepotisme.

Namun, Yani mencoba meyakinkan Widjojo Soejono, meskipun Sarwo berwatak keras kepala tetapi ia bisa diandalkan.

"Sarwo Edhie memang keras kepala. Tapi dia bisa diandalkan," ujar Yani seperti dikutip dari buku Sarwo Edhie dan Misteri 1965, Kamis (3/3/2022).

Sarwo pun dilantik menggantikan Kapten Wijogo Atmodarminto. Yani menepati janji yang pernah dia ucapkan bertahun silam di Magelang.

Karier Sarwo Edhie terus menanjak. Pada 1963, Sarwo Edhie dikirim ke Australia mengikuti pendidikan staf.

Baca juga: Kisah Sarwo Edhie Prabowo Patah Arang dan Menangis Pangkatnya Diturunkan Ahmad Yani

Saat itu baru dua bulan menjalani pelatihan, Sarwo sudah bersitegang dengan staf sekolah gegara urusan steak yang dimasak setengah matang.

"Apa ini?" kata Sarwo. "Anda kan enggak minta apa-apa, ya sudah ini steak-nya" kata pelayan kantin.

Baca juga: Kisah Sarwo Edhie Prabowo Memulai Karier Jadi Tentara, Awalnya Bertugas Bawa Mortir

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya