Trembesi, Hikayat Abadi Djarum dan Doni

Tim Okezone, Jurnalis
Minggu 06 Maret 2022 08:53 WIB
Murodo Wali dari PT Djarum sebagai LO dari kunjungan PPAD di Semarang Kudus (Foto: istimewa)
Share :

Belum lagi bicara kopi. Potensi kopi Indonesia sangat besar. Harusnya kita bisa menguasai pasar kopi dunia. Saat ini brand kopi dikuasai Amerika, padahal mereka tidak punya kebun kopi. Ironis.

Belum lagi sagu. Ada potensi lahan sagu seluas 5,2 juta hektare yang belum diolah. “Kami terbentur pendanaan untuk membiayai pendirian pabrik. Melihat potensinya, harus ada pabrik-pabrik pengolahan sagu di Papua,” kata Doni pula.

Fakta lain, kita juga dihadapkan pada aspek pencemaran sungai, bahkan laut. Hampir semua sungai mengandung logam berat, mercuri, sianida, dan lain-lain. Suatu ketika, saat Doni Monardo menjabat Pangdam III/Siliwangi, ia mendapati fakta, Sungai Citarum menjadi salah satu sungai paling tercemar di dunia. Ditambah statistik warga dengan penyakit gangguan jiwa di Jawa Barat umumnya tinggal di daerah-daerah yang tak jauh dari bantaran sungai. Melalui kerjasama dan kolaborasi banyak pihak, kondisi Citarum saat ini menjadi jauh lebih baik.

Pencemaran terhadap sumber air, adalah sebuah kejahatan kemanusiaan. Selain mendatangkan persoalan lingkungan, juga bisa merusak kesehatan masyarakat. Banyak kasus penyakit hingga problem stunting, diakibatkan karena masalah air. “Jika persoalan ini tak mendapat perhatian serius, maka angan-angan Indonesia Emas bisa menjadi Indonesia cemas,” tutur Doni.

Terkait persoalan di atas, Doni meminta Victor yang sudah terbukti dan sudah berbuat nyata bagi lingkungan, dapat mengambil peran serta, melalui CSR Djarum Foundation. “Siapa tahu, Djarum berkenan masuk ke proses value added rempah Indonesia. Termasuk barangkali meminati pengolahan sagu,” tambahnya.

Terakhir, Doni mengilas-ringkas program kesejahteraan yang digulirkan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PPAD. Dengan keanggotaan yang tersebar di seluruh Indonesia, PPAD adalah sebuah potensi terbuka yang belum dioptimalkan. Berbeda dengan era terdahulu, maka sejak kepemimpinan Doni (2021 – 2026), setiap anggota TNI-AD mulai dari tamtama, bintara sampai perwira yang pensiun, otomatis menjadi anggota PPAD.

Usia pensiun tamtama dan bintara masih di kisaran 50-an tahun, usia yang masih produktif. Pihaknya telah memberi masukan kepada Kepala Staf TNI-AD, tentang program pelatihan bagi setiap prajurit TNI-AD yang menjelang pensiun.

“Intinya, banyak program PPAD yang bisa dikerjasamakan dengan Djarum yang sudah lebih dulu bekerja sama dengan Budiasi untuk budidaya trembesi. Masih banyak peluang terbuka yang bisa dikerjasamakan,” pungkas Doni Monardo.

Teori Rockefeller

Victor Hartono menanggapi antusias paparan sahabat lamanya, Doni Monardo. Ia mengakui, ekspor rempah Indonesia masih sangat kecil, dibanding apa yang diungkapkan Doni di era penjajahan Belanda dulu. Saat ini, rempah-rempah kita diekspor ke Amerika Serikat, China, India, Vietnam, dan Belanda.

Yang ia herankan adalah organisasi pengusaha rempah yang dinilainya kurang inovatif, sehingga sejak Indonesia merdeka sampai sekarang, gagal menaikkan pamor rempah ke pentas dunia. “Izin lapor pak Doni, Djarum pernah dan sudah masuk ke rempah. Sejak tahun 90-an, kami punya penyulingan rempah di Lampung tapi terus terang kurang sukses,” kata Victor.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya