SUKOHARJO - Dokter Sunardi menjadi perbincangan pubilik setelah dia ditembak mati karena melawan oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
(Baca juga: Ditembak Mati Densus 88, Istri dr Sunardi Ternyata Juga Berprofesi sebagai Dokter)
Pria yang tinggal di Rt 01/07 Bangunsari,Gayam,Sukoharjo ini dikenal sebagai seorang dokter yang jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
(Baca juga: Tersangka Teroris Tewas Ditembak Densus 88, Keluarga: Tuduhan Itu Tidak Mendasar!)
"Yang saya kenal, beliau seorang dokter. Tapi dokter apa saya tidak tahu. Pokoknya dokter,"ujar Ketua Rt 01 Bambang Pujiana saat berbincang dengan Okezone, Jumat (11/3/2022).
Kabid Perdagangan di Pemkab Sukoharjo ini menambahkan, Dokter Sunardi sangat jarang berinteraksi dengan warga. Bahkan, didalam grup WhatsApp RT, dirinya tak memasukan nama Dokter Sunardi.
"Saya tak memasukan namanya didalam grup (WhatsApp) lingkungan.Selama tinggal juga tidak ada sosialisasi dengan warga,"terang Bambang.
Bambang tidak mengetahui secara pasti dokter Sunardi berasal dari mana. Pasalnya, sejak tinggal dilingkungan dimana dirinya menjabat sebagai Ketua RT, Dokter Sunardi belum menyerahkan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Pengenal (KTP).
"Tidak ada serahkan KK dan KTP. Tinggal bersama istri anaknya ada 4. Dia membuka praktek di rumah. Kalau saya lihat pasiennya juga tidak begitu banyak. (Tempat tinggal) tidak tahu pasti sendiri atau menyewa, Saya juga tidak begitu tahu,"terangnya.