Sultan Agung
Sultan Agung merupakan raja ketiga yang memerintah Kerajaan Mataram. Ia memerintah dari 1613-1645. Di bawah kepemimpinan Sultan Agung, Kerajaan Mataram berkembang cukup pesat dan menjadi kerajaan besar serta berpengaruh di Nusantara. Selain itu, Sultan Agung dikenal sebagai raja yang cerdik, cakap, bijaksana serta kuat.
Kegigihan Sultan Agung dibuktikan dengan menggempur VOC di Batavia sebanyak dua kali pada 1628 dan 1629, meskipun mengalami kegagalan. Saat itu, bala tentara Sultan Agung harus menerima kegagalan oleh VOC lantaran medan yang berat serta hanya mengandalkan kekuatan darat. Sultan Agung meninggal dunia pada 1645.
Sultan Hasanuddin
Sultan Hasanuddin merupakan raja Kerajaan Gowa. Kegigihannya adalah ketika melawan VOC. Perlawanan dengan VOC terjadi pada 1660. Di bawah arahan Sultan Hasanuddin, pasukan Kerajaan Gowa yang terkenal dengan ketangguhan armada laut kemudian mulai mengumpulkan kekuatan untuk menentang dan melawan VOC. VOC pun tak tinggal diam, mereka menjalin kerja sama dengan Kerajaan Bone yang saat itu mempunyai hubungan yang kurang baik dengan Kerajaan Gowa.
Hingga akhirnya, Sultan Hasanuddin harus menandatangani Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667 lantaran tidak kuat menahan gempuran VOC dan Kerajaan Bone. Perjanjian tersebut pun mengharuskan Sultan Hasanuddin mengakui monopoli VOC yag selama ini ditentangnya. Perlawanan masih terjadi setelah perjanjian itu, namun tidak mendapat hasil yang baik. Hingga akhir hayatnya, Sultan Hasanuddin tidak mau kerja sama dengan Belanda. Atas kegigihannya, Sultan Hasanuddin mendapat julukan Ayam Jantan Dari Timur. (Diolah dari berbagai sumber/Tika Vidya Utami/Litbang MPI)
(Erha Aprili Ramadhoni)