Khusus untuk di Indonesia, Marthinus mengungkapkan, Densus 88 juga kemarin menangkap sekitar 5-6 orang yang terlibat dengan media ISIS. Mereka langsung dikendalikan dari pusat ISIS di Suriah. Mereka yang ditangkap ini diperintahkan untuk menduplikasi dan menyebarkan propaganda ke medsos sosial (medsos) dalam berbagai bahasa.
“Lalu Kemudian mereka diperintahkan untuk menduplikasi propaganda-propaganda mereka yang tadinya dalam bahasa Arab Kemudian untuk ditranslate ke dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris lalu disebarkan lagi ke media sosial,” ungkapnya.
“Artinya secara ideologi, secara spirit, mereka tuh masih tetap ada walaupun di Timur Tengah mereka kehilangan teritori, tapi dengan hadirnya pemimpin baru, artinya ada napas atau angin segar buat mereka untuk kenbali eksis,” tandas Marthinus.
(Qur'anul Hidayat)