Saran Sabda Palon dan Naya Genggong Sikapi Ancaman Kehancuran Kerajaan Majapahit

Aulia Oktavia Rengganis, Jurnalis
Rabu 30 Maret 2022 07:02 WIB
Kehancuran Kerajaan Majapahit
Share :

PADA suatu hari, Sabda Palon dan Naya Genggong merupakan penasihat Kraton Majapahit sekaligus sebagai abdi kinasih dan penasihat spiritual Sang Prabu Brawijaya V mendapatkan suatu wisik atau wahyu yang tidak mengenakkan. Ini adalah menyangkut 'mimpi buruk' yang sama sekali tidak mereka inginkan, yakni kehancuran Kerajaan Majapahit.

Sabda Palon melaporkan wisik yang ia terima bahwa istana Majapahit akan terbakar api yang menyala-nyala hingga habis ludes tak tersisa sedikit pun. Sementara itu, Naya Genggong juga melaporkan bahwa istana Majapahit akan diterjang badai besar.

Sedih hati Sang Prabu Kertabhumi begitu mendengarkan penuturan dua orang abdinya.

"Jika benar apa yang kalian lihat dalam semadi kalian, kita mesti memperbanyak prihatin dan tirakat! Memang hal itu merupakan suatu pertanda buruk terhadap kejayaan Majapahit!" ujar Prabu Brawijaya V menanggapi penuturan dua orang abdinya.

Kemudian Prabu Brawijaya V nampak berbincang serius dengan dua orang abdinya itu, tiba-tiba Sang Baginda Raja teringat terhadap musim paceklik yang belum lama terjadi di Majapahit yang berbarengan dengan kebobrokan moral yang dilakukan oleh para nayaka praja serta putra-putri kaum bangsawan Majapahit. Untungnya keadaan itu dapat diatasi, terutama setelah kedatangan Raden Rahmat ( Sunan Ampel).

"O...Dewata Agung, apakah musim paceklik seperti yang pernah terjadi di Majapahit beberapa waktu lalu akan terulang kembali? Atau, apakah istana Majapahit akan digerogoti kebobrokan moral dari para punggawa atau nayaka praja-nya sendiri?" gumam Prabu Brawijaya V.

Prabu Brawijaya V sendiri yang juga gemar melakukan tapa brata atau semadi, tentu dapat menerima wisik yang dialami oleh Sabda Palon dan Naya Genggong, Apalagi, keduanya adalah dua orang penasihat Kraton Majapahit yang tidak diragukan lagi kesetiaannya.

"Lalu, apa yang harus aku lakukan agar istana Majapahit tetap aman tenteram dan terkendali?" kata Sang Baginda Raja kemudian.

Sabda Palon dan Naya Genggong nampak berpikir serius. Keduanya merenung dalam-dalam terhadap pertanyaan Rajanya.

"Sinuwun," kata Sabda Palon, Sabda mengatakan, Gusti Prabu harus memperbanyak tirakat (menahan hawa nafsu) dengan melakukan semadi.

“Selain itu, Gusti Prabu hendaknya memantau daerah kekuasaan Majapahit; yakni bagaimana kesetiaan mereka terhadap Majapahit. Kalau Gusti Prabu hanya memfokuskan keadaan di lingkungan Majapahit saja, niscaya Gusti Prabu tidak mengetahui bagaimana keadaan daerah kekuasaan Majapahit di luar sana,” ucap Sabda Palon.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya