Buku tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan menampilkan 100 surat. Di antaranya, ada 53 surat yang ditujukan untuk sahabatnya, Rosa Abendanon dan suaminya.
Kartini dianggap sebagai pahlawan kontroversial, karena para sejarahwan meragukan buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Soalnya, tidak ada bukti surat-surat Kartini.
Untuk mengenang Kartini, ada sebuah Museum di Jepara, tepatnya di Jepara, tepatnya di Desa Panggang, Kecamatan Jepara. Museum R.A Kartini didirikan pada 30 Maret 1975, di masa pemerintahan Soewarno Djojomardowo.
Museum ini selain menyajikan benda-benda peninggalan Kartini, juga menyajikan benda-benda warisan budaya yang didapat di Jepara.
Tak hanya itu, Kartini juga diabadikan sebagai nama jalan di Belanda. Kartini sebagai pejuang hak perempuan dijadikan nama jalan di beberapa kota di Belanda, yaitu di Utrecht, Venlo, Amsterdam, dan Haarlem.
(Arief Setyadi )