JAKARTA - Orang Indonesia paling percaya pada Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dibandingkan dengan semua pemimpin dunia asing.
Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan lembaga think-tank kebijakan luar negeri Lowy Institute. Dalam survei berjudul 'Memetakan kursus mereka sendiri: Bagaimana orang Indonesia melihat dunia’, disebutkan mayoritas orang Indonesia memiliki kepercayaan pada Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud sebesar 57 persen.
Sheikh Mohammed bin Zayed, Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA berada di tempat kedua dengan 52 persen.
Orang Indonesia memiliki tingkat kepercayaan yang lebih rendah terhadap Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida (45%), Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (44%) dan Presiden AS Joe Biden (44%). Empat dari sepuluh (40%) memiliki kepercayaan pada Presiden Rusia Vladimir Putin, meskipun perlu dicatat bahwa survei ini dilakukan sebelum invasi 2022 ke Ukraina.
Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Transfer 4% Saham Aramco ke Dana Investasi, Setara Rp1.147 Triliun
Survei tersebut menemukan bahwa orang Indonesia yang memilih pemimpin Saudi dan Emirat menyatakan tingkat kepercayaan yang tinggi terlepas dari agama yang mereka nyatakan.
Baca juga: Kekayaan Pemilik Newcastle United, Putra Mahkota Arab Saudi Tajir Melintir Punya Rp6.000 Triliun
“Orang Indonesia tampaknya sangat menghormati negara-negara Islam. Arab Saudi berada di puncak 'termometer perasaan', yang mengukur persepsi orang Indonesia tentang negara dan wilayah pada skala 0 derajat (perasaan terdingin) hingga 100 derajat (perasaan terhangat),” terang laporan itu.
“Arab Saudi menerima pembacaan yang sangat hangat 70 derajat dari orang Indonesia, seperti halnya Uni Emirat Arab di 64 derajat dan wilayah Palestina di 63 derajat,” lanjutnya.
Survei ini dilakukan antara 29 November dan 24 Desember 2021 dengan melibatkan 3.000 orang dewasa Indonesia. Kuesioner dikembangkan oleh penulis, menggunakan baseline Lowy Polling Indonesia 2011. Urutan pertanyaan dalam kuesioner berbeda dengan urutan yang disajikan dalam laporan ini.
Survei dilakukan oleh Ipsos di Indonesia dengan menggunakan sampel acak bertingkat dari pintu ke pintu dengan durasi wawancara maksimum 40 menit di 33 provinsi, kecuali Kalimantan Utara.
(Susi Susanti)