Resmikan Tebet Eco Park, Anies: Taman ini Berfungsi sebagai Kolam Retensi di Musim Hujan

Muhammad Farhan, Jurnalis
Sabtu 23 April 2022 20:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan di Taman Eco Park Tebet (foto: MNC Portal)
Share :

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta mengunjungi pembukaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tebet Eco Park di Tebet, Jakarta Selatan. Kehadiran Anies guna meresmikan sekaligus meninjau fasilitas dan bentuk Taman bersistem Eco Park tersebut.

Anies dalam kunjungan sebelum meresmikan taman tersebut, menilai kehadiran Tebet Eco Park sebagai penampungan air di kala musim hujan. Hal ini disampaikannya mengingat kelengkapan pepohonan dan sungai yang berada di sekitar Tebet Eco Park pasca revitalisasi.

"Sungai ini nanti ketika air naik, maka air ditampung di kanan kirinya. Ini memang berfungsi sebagai kolam retensi di musim hujan dan konsep nya natural, ketika musim kering akan surut airnya," tutur Anies kepada wartawan saat melakukan pantauan, Sabtu (23/4/2022).

BACA JUGA:Gubernur Anies Resmikan Tebet Eco Park sebagai Ruang Hijau Publik Ibu Kota 

Anies menegaskan fungsi retensi yakni sebagai penahan luapan air ketika banjir di wilayah sekitar Tebet. Terlebih fungsi natural penampungan air tersebut dapat surut secara alamiah.

"Jadi taman ini berfungsi sebagai penampungan air ketika volume air meningkat di musim hujan, ketika air surut maka bisa digunakan lagi," kata Anies menjelaskan.

 BACA JUGA:Anies Dijadwalkan Sholat Idul Fitri di JIS

Oleh karenanya melalui keberhasilan revitalisasi Taman Tebet menjadi Tebet Eco Park, Anies berharap kesuksesan taman tersebut menjadi percontohan revitalisasi taman di ibu kota. Konsep Tebet Eco Park, bagi Anies, adalah sebagai Park bukan Garden karena dapat diakses oleh siapa saja serta difungsikan sebagai tempat bermain.

"Dalam bahasa Inggris taman itu ada dua, Garden itu untuk dinikmati sebagai pemandangan, kalau park untuk bermain. Nah ini tempat untuk bermain," ujarnya.

Dalam waktu yang berbeda, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati menyampaikan kehadiran Tebet Eco Park sebagai wujud kesinambungan hubungan timbal balik antara warga dengan alam.

"Tebet Eco Park dapat menjadi model ideal pembangunan taman di Ibu Kota dimana pertumbuhan terjadi sangat pesat dan kehadiran taman sangat diperlukan sebagai ruang interaksi antar warga, dan antara warga dengan alam,” kata Suzi menjelaskan.

Menurut Suzi, konsep Tebet eco park mengusung pengaplikasian vegetasi dan tanggul alami. Selain itu, Eco Park di Tebet tersebut menekankan penerapan teknik soil bioengineering di saluran air yang ada di dalam taman.

"Selain membantu meningkatkan kapasitas tampungan air hujan, pendekatan ini juga menyerasikan kembali saluran air dan taman yang dilaluinya sebagai satu kesatuan ekosistem yang alami. Dengan demikian, kualitas air dapat diperbaiki dan keanekaragaman hayati dapat dipulihkan," tutur Suzi membeberkan.

Diketahui, Tebet Eco Park dibagi menjadi dua bagian dalam denahnya. Di sisi Utara terdapat sejumlah fasilitas yang dapat dinikmati masyarakat di antaranya Community Lawn, Thematic Garden dan sentra UMKM.

Sementara di sisi Selatan, terdapat fasilitas seperti Wetland Boardwalk, Community Garden, Children Playground, dan Forest Buffer.

Untuk memudahkan akses masyarakat menuju dua sisi taman, terdapat sebuah jembatan yang menjadi ikon Tebet Eco Park yang dinamai Infinity Link Bridge. Jembatan ini berada di ketinggian enam meter dengan warna oranye menyala terutama saat malam hari.

Kemudian juga terdapat Jogging Track, dengan panjang lintasan 1.734 meter. Jalur ini dilengkapi dengan kamera CCTV, lampu penerangan untuk memberikan keamanan bagi warga ibu kota yang hendak bercengkrama dengan alam disana.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya