Industri Pakan Dukung Pengembangan Jagung Lokal oleh Pemerintah

Karina Asta Widara , Jurnalis
Sabtu 30 April 2022 19:00 WIB
Foto: Dok Kementan
Share :

Ketua umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo mengatakan, pihaknya sangat mendukung pengembangan budidaya jagung oleh pemerintah, terutama dalam mendukung pertumbuhan industri pakan.

Ia katakan, dalam industri pakan khususnya pakan unggas, jagung merupakan komponen utama bahan baku pakan yang berkontribusi sekitar 40-50 persen dari total formulasi.

Desianto menyebutkan, pada tahun 2019-2021, industri pakan menyerap lebih dari 6 juta ton jagung domestik dengan kadar air 15%. Ia pun menjelaskan, secara rincian tahun 2019 industri pakan menyerap 6,43 juta ton, tahun 2020 sebesar 6,49 juta ton dan tahun 2021 sebesar 6,18 juta ton, sedangkan untuk tahun 2022 hingga Maret industri pakan telah menyerap jagung sebesar 2,01 juta ton.

Lebih lanjut Ia katakan, dukungan GPMT dalam pengembangan jagung nasional tidak saja dalam komitmen untuk melakukan pembelian jagung dari petani lokal, namun juga melakukan investasi dalam bentuk pengadaan silo dan dryer.

“Sebagai gambaran, kapasitas silo industri pakan tahun 2019 sebesar 1,49 juta ton dan tahun 2021 meningkat menjadi 1,8 juta ton," kata Desianto.

Ia jelaskan, kapasitas dryer milik anggota assosiasinya saat ini juga meningkat dari 32,15 ribu ton per hari pada tahun 2019 menjadi 35,52 ribu ton per hari pada tahun 2021. "Semua itu telah kami lakukan untuk mendukung serapan jagung domestik," katanya.

Desianto pun menjelaskan, keseriusan industri pakan dalam mendukung pengembangan jagung dalam negeri juga terbukti dengan tidak adanya importasi jagung oleh industri pakan sejak tahun 2019. “Kami berkomitmen untuk tidak melakukan importasi jagung sejak 2019 karena jagung lokal sudah mencukupi, selain itu faktor kesegaran (freshness) jagung domestik juga lebih bagus apabila dibanding dengan jagung impor," katanya.

Ia pun juga berpendapat, pengembangan jagung domestik akan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan.

"Jika petani jagung di pedesaan meningkat pendapannya, maka pada akhirnya juga akan mendorong daya beli masyarakat untuk dapat mengkonsumsi pangan hewani, khususnya daging dan telur unggas yang juga akan mendukung pertumbuhan industri pakan, inilah Multiplier effect-nya akan dirasakan industri pakan juga”, tutur Desianto.

(CM)

(Karina Asta Widara )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya