Jika muncul api permusuhan di antara rakyatnya, maka Syekh Jamalludin-lah yang mendamaikan. Kemudian apabila ada yang hendak melakukan usaha makar terhadap kepemimpinan Raja, maka Syekh Jamaluddin yang menjernihkan masalah. Bahkan jika ada pemuda lajang yang minta dicarikan jodoh akan dibantu.
Begitulah peran Syakh Jamalluddin Jumadil Kubra di Nusantara. Beliau tergolong ulama yang berdakwah Islamiah di Jawadwipa pada masa paling awal.
Syekh Jamalludin wafat dan dimakamkan kawasan Troloyo-Trowulan yang paling umum diakui dan paling sering kunjungi peziarah. Wallahu a'lam bishawab.
(Fakhrizal Fakhri )