Selain menggelar bazar, pemulihan ekonomi di Kota Yogyakarta juga tetap dilakukan dengan prinsip Gandeng Gendong. "Nglarisi atau membeli produk dari tetangga kanan-kiri sehingga pemulihan ekonomi pun langsung dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Jika konsumsi dilakukan dengan memperbanyak belanja barang-barang impor, maka tidak akan memberikan dampak langsung pada pemulihan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Pada 2022, Kota Yogyakarta menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4-5 persen. “Saya kira, angka tersebut masih bisa dicapai. Di tengah-tengah pandemi, pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta pernah cukup tinggi sehingga saat ini laju pertumbuhannya tidak lagi secepat sebelumnya,” demikian Heroe Poerwadi .
(Qur'anul Hidayat)