JENEWA - Dewan Pengurus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (30/5/2022) sepakat membentuk komite baru untuk membantu percepatan respon WHO terhadap kondisi darurat kesehatan seperti Covid-19.
WHO dikritik terkait penanganan pandemi COVID-19, termasuk kecepatan tanggapannya terhadap kasus-kasus awal yang mungkin telah menyebabkan keterlambatan pendeteksian sehingga berkontribusi pada penyebaran virus tersebut. Sebagian pakar penyakit mengatakan bahwa berbagai pemerintahan di dunia dan WHO harus mengindari terulangnya kesalahan langkah awal dengan penyebaran penyakit lainnya, seperti cacar monyet.
Resolusi yang disahkan dengan suara bulat oleh Dewan Eksekutif beranggotakan 34 orang tersebut, dalam pertemuan tahunan itu disepakati akan membentuk Komite Tetap baru untuk Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Tanggapan Darurat Kesehatan guna membantu mengatasi beberapa kekurangan yang dirasakan.
Baca juga: WHO: Wabah Cacar Monyet Diyakini Tak Akan Menjadi Pandemi
Pertemuan-pertemuan resmi WHO terkadang dilakukan dengan jeda beberapa bulan, namun di bawah inisiatif yang baru, komite baru itu akan langsung melakukan pertemuan setelah direktur jenderal WHO menyatakan Situasi Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) – keputusan yang memicu seruan pendanaan ekstra, langkah-langkah kesehatan masyarakat tambahan serta serangkaian rekomendasi yang ditujukan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.
Baca juga: WHO: Wabah Cacar Monyet Bisa Dikendalikan